FPIK, SEMARANG – Sebagai negara kepulauan, Indonesia menyimpan kekayaan sumberdaya laut yang luar biasa namun belum banyak dikaji. Salah satunya adalah bryozoa. Hewan ini merupakan salah satu filum dari hewan invertebrata yang hidup di air tawar maupun laut. Bryozoa bersifat sesil (menempel), sering hidup berkoloni, dan hingga 2013 sudah ada lebih dari 5.900 spesies yang diketahui (Bock dan Gordon, 2013). Beberapa studi telah berhasil menemukan bryozoa yang hidup pada permukaan alga, karang, moluska dan paling banyak ditemukan di cangkang bivalvia/kerang mati (McCann et. al., 2007; Gordon & Taylor 2008). Selain itu, Bryozoa juga ditemukan pada berbagai benda seperti kayu, plastik hingga sampah lain yang ada di laut (Watts et. al., 1998; Barnes & Dick 2000).

Di Indonesia, studi mengenai Bryozoa masih langka, sehingga kajian ini menjadi topik penelitian yang dilakukan oleh Dr. Meezan A. Asagabaldan, mahasiswa prodi Doktor Manajemen Sumber Daya Pantai (MSDP) yang juga penerima beasiswa PMDSU. Studi yang dilakukannya berhasil mendeskripsikan 6 spesies Bryozoa dari perairan Jepara dan satu di antaranya adalah spesies baru yang diberi nama Pleurocodonellina jeparaensis n. sp. (Smittinidae). Menariknya, spesies baru ini ditemukan di potongan cangkang bivalvia yang terdapat di Telukawur.

Penelitian ini menjadi laporan pertama yang berhasil mendeskripsikan keberadaan invertebrata Bryozoa di Jawa Tengah. Penemuan spesies baru di Telukawur menunjukkan bahwa perairan Jepara masih menyimpan kekayaan laut yang perlu untuk dikaji demi pengelolaan sumberdaya yang berkelanjutan. (Mada).

Sumber artikel:

Asagabaldan MA, Bourgoungnon N, Bedoux G, Kristiana R, Ayuningrum D, Widyananto PA, Muchlissin SI, Magueresse A, Sabdono A, Trianto A, Radjasa OK. 2019. Some Cheilostomata (Bryozoa) from the Java Sea, central Indonesian Archipelago, with a description of Pleurocodonellina jeparaensis n. sp. (Smittinidae). Zootaxa 4668(3): 329-234.

DOI: https://doi.org/10.11646/zootaxa.4668.3.2

 

Daftar Pustaka:

Bock, P.E. & Gordon, D.P. (2013) Phylum Bryozoa Ehrenberg, 1831. Zootaxa, 3703 (1), 67–74. https://doi.org/10.11646/zootaxa.3703.1.14

McCann, L.D., Hitchcock, N.G., Winston, J.E. & Ruiz, G.M. (2007) Non-native bryozoans in coastal embayments of the southern United States: new records for the Western Atlantic. Bulletin of Marine Science, 80, 319–342.

Gordon, D.P. & Taylor, P.D. (2008) Systematics of the bryozoan. Linnean Society, 153, 115–146.

https://doi.org/10.1111/j.1096-3642.2008.00386.x

Watts, P.C., Thorpe, J.P. & Taylor, P.D. (1998) Natural and anthropogenic dispersal mechanisms in the marine environment: a study using cheilostome Bryozoa. Philosophical Transactions of The Royal Society B Biological Sciences, 353, 453–464.

Buka obrolan
WhatsApp Support
FPIK Jaya! Ada yang bisa kami bantu?