Yuk! GEMARIKAN “Gerakan Gemar Makan Ikan” Sebagai Peningkatan Kebutuhan Gizi

Yuk! GEMARIKAN “Gerakan Gemar Makan Ikan” Sebagai Peningkatan Kebutuhan Gizi

Kalirejo, Pekalongan (21/07/2023) – Indonesia merupakan negara produksi ikan tertinggi di ASEAN. Sayangnya hal ini tidak ditunjukkan dengan tingkat konsumsi ikan khususnya dikalangan anak-anak. Pada tahun 2004 Kementerian Kelautan dan Perikanan mengeluarkan program, yaitu GEMARIKAN (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan). Akan tetapi masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui hal tersebut. Oleh sebab itu, diperlukan kontribusi antara masyarakat dan pemerintah dalam mengkampanyekan pentingnya konsumsi ikan sejak dini bagi kesehatan.

Ikan merupakan salah satu sumber makanan yang tinggi zat gizi. Adapun zat gizinya, antara lain protein yang tinggi, omega 3, asam lemak tak jenuh, vitamin A, vitamin D, vitamin B6, dan vitamin B12. Zat gizi yang terkandung dalam ikan bermanfaat untuk melindungi penglihatan, mencegah pikun, dan meningkatkan kecerdasan. Tidak hanya itu, ikan memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan sumber protein hewani lain. Oleh karena itu, ikan sangat dianjurkan untuk dikonsumsi sejak dini.

Mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro 2023 mengadakan penyuluhan tentang GEMARIKAN sebagai Peningkatan Kebutuhan Gizi Sejak Dini yang dilaksanakan di SDN 1 Kalirejo pada Jumat, 21 Juli 2023. Kegiatan ini berlangsung selama 1 jam dan diikuti oleh 47 siswa terdiri dari kelas 4 dan 5.

Kegiatan ini dilakukan dengan penyampaian beberapa materi, antara lain pengertian GEMARIKAN, kandungan gizi pada ikan, manfaat mengonsumsi ikan, alasan memilih ikan, jenis ikan yang dapat dikonsumsi dan contoh produk olahan ikan. Selama kegiatan berlangsung siswa dan siswi SDN 1 Kalirejo terlihat antusias dalam mendengarkan serta berpartisipasi aktif dalam menjawab pertanyaan yang sudah diberikan. Selain penyampaian materi, juga diselingi dengan permainan yang menyenangkan dan pemberian produk olahan ikan, yakni otak-otak.

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro juga menyerahkan dan menempelkan poster tentang GEMARIKAN. Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi siswa dan siswi dalam mengonsumsi ikan secara rutin serta memajukan sektor perikanan.

Inovasi Pelatihan Praktis Budidaya Ikan Dalam Ember oleh Tim KKN II Undip di Desa Kutorejo

Inovasi Pelatihan Praktis Budidaya Ikan Dalam Ember oleh Tim KKN II Undip di Desa Kutorejo

FPIK, SEMARANG -​​ Budidaya ikan sudah menjadi pilihan utama dalam sektor perikanan, namun tantangan pada lahan dan sumber daya air yang semakin terbatas sehingga seringkali menjadi hambatan. Ds. Kutorejo, Kec. Kajen (2 Agustus 2023). Dalam upaya untuk mengatasi kendala tersebut, inovasi budidaya ikan dalam ember muncul sebagai alternative yang menarik. Pelatihan budidaya ikan dalam ember telah diadakan oleh Tim II KKN Universitas Diponegoro untuk mendorong kreativitas warga Desa Kutorejo terutama ibu rumah tangga dan membuka peluang baru dalam pengembangan ekonomi.

Foto: Suasana pelatihan tim KKN Undip.

Budidaya ikan dalam ember dikenal sebagai budidaya ikan dalam wadah atau tangki terbatas yang merupakan metode budidaya ikan dimana ikan dipelihara dalam wadah berukuran kecil seperti kolam ataupun tambak. Metode tersebut sering digunakan ketika lahan atau sumber daya air terbatas, sehingga tidak memungkinkan untuk budidaya ikan dalam skala besar. Ikan diberikan lingkungan yang memadai untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Ember yang digunakan umumnya dilengkapi dengan sistem filtrasi dan aerasi untuk menjaga kualitas air yang baik. Namun, berbeda dengan budikdamber yang dilakukan Tim II KKN Universitas Diponegoro yang menggunakan ikan lele.

Ikan lele dianggap cocok untuk budidaya dalam ember dikarenakan beberapa alasan seperti toleransi lingkungan yang luasm kecepatan pertumbuhan, pola makan yang variatif, pengelolaan lingkungan yang fleksibel, ukuran tubuh yang cocok dan ketersediaan benih. Benih lele sangat mudah untuk didapatkan dikarenakan pasarnya yang banyak. Kebutuhan oksigen yang sedikit membuat mahasiswa KKN Tim II Undip memilih ikan lele untuk program kerja tersebut. Namun dibalik keunggulannya dalam budidaya ikan lele tetap penting untuk meperhatikan kualitas air, pemberian pakan yang tepat dan perawatan yang baik untuk memastikan pertumbuhan dan kesehatan optimal lele.

Pelatihan Budidaya Ikan Dalam Ember diawali dengan pemberian materi dasar terkait pemeliharaan, pemberian makan dan lainnya. Setelah dilakukan pemberian materi yang jelas akan dilanjutkan dengan tata cara pembuatan wadah budidaya dengan ember. Peralatan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pelatihan ini memiliki harga yang terjangkau dan mudah untuk didapatkan. Tata cara dilakukan dari wadah yang dilubangi pada bagian bawah untuk pengurasan air kotor serta bagian tutup ember untuk udara ikan. Mahasiswa KKN Tim II Undip melakukan dua jenis budidaya ikan dalam ember. Jenis wadah yang pertama hanya untuk pemeliharan budidaya ikan lele, sedangkan jenis wadah kedua dapat disertai dengan penanaman semi-hidroponik dibagian atas ember dengan menanam kangkung.

Kegiatan sosialisasi ditutup dengan pemberian doorprize yang pada awal acara dimulai setiap peserta pelatihan sudah diberikan nomor undian dan foto bersama seluruh ibu PKK, Ibu Kader Posyandu, Ibu RT/RW, Ibu Rumah Tangga lainnya dan mahasiswa KKN Tim II Undip. Program ini diharapkan dapat bermanfaat dan juga meningkatkan perekonomian keluarga Desa Kutorejo dengan hasil Budidaya Ikan dalam Ember yang dapat dijual maupun di konsumsi rumah tangga. (Sumber: kelautan.fpik.undip.ac.id)

Penulis : Baiq Alyssa Rinjani Putri (Program Studi Ilmu Kelautan).

DPL : Imam Santoso, S.T., M.T.

Lokasi : Desa Kutorejo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan

Buat Bakso & Nugget dari Budidaya Lele dan Sayur (Buleyur) di Desa Nyatnyono, Semarang

Buat Bakso & Nugget dari Budidaya Lele dan Sayur (Buleyur) di Desa Nyatnyono, Semarang

Empat dosen Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro dengan ketua Dr. Diana Chilmawati, S.Pi., M.Si., dengan anggota Dr. Ir. Diana Rachmawati, M.Si., Dr. Ir. Istiyanto Samidjan, M.S., dan Ristiawan Agung Nugroho, S.Pi., M.Si. lakukan program pengabdian kepada masyarakat dengan mengenalkan program Pembuatan Bakso dan Nuget dari Hasil Budidaya Lele dan Sayur (BULEYUR) dalam ember (4/6).

Mitra Usaha Kecil Menengah (UKM)/Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Siwarak Mina Sejahtera merupakan UKM/Pokdakan yang beralamatkan di Dusun Blanten, Desa Nyatnyono, Kabupaten Semarang yang menjadi mitra pada program pengabdian sumber dana Hibah FPIK Undip ini. Berdasarkan hasil kunjungan yang telah dilakukan, Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) tersebut bergerak dalam bidang usaha budidaya ikan lele. Rendahnya pengetahuan untuk memanfaatkan menjadi produk siap masak dan siap saji inilah yang menjadikan Dr. Diana Chilmawati dan Tim melakukan pengabdian kepada masyarakat di daerah tersebut.

 

Program yang di fokuskan pada tahun ini sebagai target luaran pengabdian berupa Peningkatan Nilai Tambah Produk Lele dari Hasil Budidamber di Pokdakan Siwarak Mina Sejahtera Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Pelatihan dan pendampingan dilakukan secara continue oleh tim pengabdian dengan pertemuan secara langsung. Kegiatan pengabdian tersebut dimulai dari proses penyuluhan pembuatan nugget dan bakso lele dilanjutkan dengan praktik secara langsung oleh mitra usaha Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Siwarak Mina Sejahtera. Selain itu, tim pengabdian melakukan sosialisasi dan pendampingan berupa pembuatan akun Shopee, Facebook, Instagram, Tik-Tok Shop untuk penjulan hasil produk M-GOOD FISH. Selain itu, hibah yang diberikan oleh Tim Pengabdian kepada pokdakan mitra yaitu berupa food processor guna mempermudah mitra kerja dalam melanjutkan usaha pembuatan bakso dan nugget lele hasil budidaya lele dan sayur dalam ember yang telah dilakukan sehingga peningkatan nilai tambah dari produk lele dengan harga Rp 25.000/kg menjadi Rp. 110.000/kg.

DKPP Wonogiri Gandeng FPIK Undip dalam Pengelolaan Perikanan

DKPP Wonogiri Gandeng FPIK Undip dalam Pengelolaan Perikanan

FPIK. Prof. Tri dan Ir. Sutardi, Kepala Dinas Kelautan dan  Perikanan dan Peternakan Kabupaten Wonogiri menandatangani MOU kerjasama “Pengelolaan Perikanan Dengan Pendekatan Berbasis Masyarakat Dan Ekosistem Di   Kabupaten Wonogiri” bertempat di ruang sidang senat lti. 3 Ged. A FPIK Undip tanggal 1 Februari 2023.

Ruang lingkup kerjasama  tersebut meliputi:

  1. Perencanaan, pengembangan  dan   peningkatan kapasitas  sumber daya manusia kelautan dan  perikanan;
  2. Pemberdayaan masyarakat kelautan dan perikanan;
  3. Konservasi dan perlindungan keakenaragaman hayati Perairan Umum Daratan (PUD);
  4. Pengelolaan jasa ekosistem;
  5. Penelitian,  pengembangan   dan    penerapan   ilmu    pengetahuan   dan teknologi dibidang perikanan;
  6. Pengkajian dan    pengembangan  aspek  –  aspek hukum,   sosial  dan ekonomi dibidang perikanan;
  7. Konsultasi serta pertukaran informasi dan  ilmu  pengetahuan di bidang perikanan;
  8. Pertukaran tenaga ahli; dan
  9. Pemanfaatan sarana dan prasarana.
  10. Program Studi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang terlibat dalam kerja sama ini adalah Perikanan Tangkap, Manajemen Sumber Daya Perairan, Akuakultur dan Teknologi Hasil Perikanan.

PEMBERDAYAAN KELOMPOK NELAYAN DI KABUPATEN WONOGIRI

PEMBERDAYAAN KELOMPOK NELAYAN DI KABUPATEN WONOGIRI

Semarang, FPIK Undip mengadakan kegiatan pemberdayaan kelompok nelayan di kabupaten Wonogiri pada tanggal 25 Mei 2022. Selain itu juga dilakukan tebar benih ikan. Tim Pengabdian Departemen Perikanan Tangkap FPIK UNDIP yang diketuai oleh Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si dan beranggotakan Prof Ir Azis Nur Bambang, MS, Prof Dr. Aristi Dian Purnama Fitri, S.Pi, M.Si dan Dr. Ir. Abdul Kohar M, S.Pi, M.Si.  melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat bersama Kelompok Masyarakat Nelayan lokal di sekitar Waduk Gajah Mungkur yang melakukan usaha penangkapan ikan.

Selamat dan Sukses Bagi Dosen FPIK yang mendapatkan pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari Hibah Non-APBN Universitas Diponegoro.

Selamat dan Sukses Bagi Dosen FPIK yang mendapatkan pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari Hibah Non-APBN Universitas Diponegoro.

Selamat dan Sukses Bagi Dosen FPIK yang mendapatkan pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari Hibah Non-APBN Universitas Diponegoro.

Terdapat 27 judul kegiatan yang diajukan oleh Dosen FPIK dan didanai oleh Universitas Diponegoro.
Distribusi kegiatan adalah sebagai berikut: 4 proposal dari Departemen Akuakultur, 6 proposal dari Departemen Ilmu Kelautan, 4 proposal dari Departemen Oseanografi, 7 proposal dari Departemen Sumber Daya Akuatik, dan 6 proposal dari Departemen Teknologi Hasil Perikanan.

Dana hibah ini menjadi bukti bahwa Dosen FPIK Undip mampu mempersiapkan dan menghasilkan penelitian berkualitas serta pengabdian yang berkelanjutan kepada masyarakat pesisir untuk membangun kemaritiman yang berkelanjutan di Indonesia.

FPIK Universitas Diponegoro
Berkarya Untuk Indonesia
Membangun Perikanan dan Kelautan yang Berkelanjutan