Mahasiswa FPIK Undip Ikuti Program WCU SGI Research Exchange di Universiti Malaysia Sabah

Semarang – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan melalui partisipasi mahasiswa pada program World Class University Students Go International (WCU SGI) Research Exchange di Universiti Malaysia Sabah. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik dan penelitian di lingkungan internasional sekaligus memperluas wawasan global di bidang kelautan dan perikanan.

Program WCU SGI merupakan inisiatif strategis Universitas Diponegoro yang bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui kolaborasi internasional. Dalam kegiatan ini, mahasiswa Departemen Ilmu Kelautan FPIK Undip, Khansa Faizah Azzura dan Bunga Calista, mengikuti berbagai aktivitas akademik, penelitian, dan praktik lapangan di Institut Penyelidikan Marin Borneo (Borneo Marine Research Institute/IPMB) Universiti Malaysia Sabah yang berfokus pada bidang kelautan, perikanan, dan sumber daya pesisir. Program research exchange ini dilaksanakan selama hampir tiga bulan, mulai 16 Maret 2026 hingga 11 Juni 2026.

Kegiatan research exchange dilaksanakan di Kota Kinabalu dan Semporna, Sabah, Malaysia. Para mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai aktivitas penelitian dan budidaya perikanan, mulai dari pengelolaan fish hatchery, pemeliharaan larva ikan, hingga budidaya rumput laut. Di area hatchery IPMB, peserta melakukan pengelolaan B-Tank untuk pembesaran ikan napoleon (Cheilinus undulatus) dan hibrida tiger grouper–giant grouper melalui pemberian pakan, pemindahan ikan, serta pembersihan dasar kolam. Selain itu, mahasiswa juga mempelajari pengelolaan rotifera menggunakan Nannochloropsis sp. sebagai pakan alami larva ikan kerapu.

Tidak hanya itu, kegiatan penelitian juga dilakukan di kawasan budidaya rumput laut di Semporna dengan pengambilan sampel Kappaphycus alvarezii dan Kappaphycus striatus menggunakan metode long line. Pengambilan sampel dilakukan secara acak untuk memperoleh data yang representatif terkait pertumbuhan kultur rumput laut. Mahasiswa juga melakukan kunjungan ke rumah apung milik pembudidaya rumput laut yang digunakan sebagai tempat pengeringan hasil panen sekaligus lokasi pengumpulan endapan garam bernilai ekonomi.

Sebagai bagian dari penelitian, mahasiswa melakukan tahap preparasi berupa sterilisasi peralatan dan air laut, penyiapan media kultur, hingga pengaturan sistem aerasi pada flask kultur. Penelitian yang dilakukan berjudul “Efek Toksisitas Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan Kappaphycus alvarezii dan Kappaphycus striatus melalui Vegetative Propagation dengan Teknik Cutting Thallus”. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk NPK terhadap pertumbuhan kedua spesies rumput laut dalam sistem kultur tertutup dengan pemantauan selama 15 hari.

Melalui program ini, mahasiswa FPIK Undip tidak hanya memperoleh pengalaman riset internasional, tetapi juga meningkatkan kemampuan akademik, keterampilan penelitian, serta kompetensi lintas budaya yang penting dalam menghadapi tantangan global di bidang kelautan dan perikanan. Program WCU SGI diharapkan dapat terus memperkuat jejaring internasional dan meningkatkan kualitas lulusan FPIK Undip di tingkat global.