Inovasi Artificial Fish Apartment FPIK Undip Masuk Program Hilirisasi Nasional Lab2Market 2026

Semarang – Prestasi kembali ditorehkan oleh sivitas akademika Universitas Diponegoro melalui inovasi Artificial Fish Apartment (AFA) yang dikembangkan oleh tim peneliti di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Ir. Munasik, M.Sc.. Inovasi tersebut resmi terpilih sebagai salah satu peserta Program Lab2Market 2026, sebuah program nasional yang berfokus pada percepatan hilirisasi dan komersialisasi hasil riset perguruan tinggi di Indonesia.

Terpilihnya AFA diumumkan melalui pemberitahuan resmi dari penyelenggara pada 9 Juni 2026. Program Lab2Market menjadi wadah strategis bagi inovasi berbasis riset yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk atau solusi yang siap diterapkan di masyarakat dan dunia industri.

Artificial Fish Apartment (AFA) merupakan teknologi terumbu buatan yang dikembangkan dengan memanfaatkan material Fly Ash Bottom Ash (FABA), yaitu limbah hasil industri yang diolah kembali menjadi struktur ramah lingkungan bagi habitat biota laut. Teknologi ini hadir sebagai solusi inovatif untuk mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir, meningkatkan produktivitas perikanan, serta memperkuat ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Dalam pengembangannya, AFA telah mencapai tingkat kesiapan teknologi (TRL) 7–8 dan telah diuji di beberapa wilayah pesisir Indonesia. Hasil monitoring menunjukkan peningkatan jumlah ikan, keanekaragaman hayati, serta terbentuknya habitat laut yang lebih kompleks dan produktif. Selain memberikan manfaat ekologis, teknologi ini juga dinilai lebih efisien secara ekonomi karena biaya produksinya lebih rendah dibandingkan produk terumbu buatan impor.

Program Lab2Market 2026 akan memberikan pendampingan intensif kepada tim AFA dalam berbagai aspek, mulai dari validasi pasar, penyempurnaan model bisnis, penguatan hak kekayaan intelektual, hingga pengembangan strategi komersialisasi dan jejaring investor. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat implementasi AFA sebagai teknologi unggulan di bidang restorasi ekosistem laut dan pengembangan ekonomi biru nasional.

Prof. Munasik menyampaikan bahwa capaian ini menjadi motivasi bagi tim peneliti untuk terus mendorong hasil riset agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Kami bersyukur AFA dapat terpilih dalam Program Lab2Market 2026. Ini menjadi peluang penting untuk memperkuat proses hilirisasi inovasi yang telah kami kembangkan. Harapannya, AFA tidak hanya menjadi produk riset, tetapi juga solusi nyata yang mampu mendukung pemulihan ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Tim pengembang AFA terdiri dari para akademisi dan praktisi multidisiplin di lingkungan Universitas Diponegoro yang memiliki kompetensi di bidang ekologi laut, teknologi perikanan, rekayasa konstruksi, sistem produksi, hingga monitoring lingkungan. Inovasi ini juga sejalan dengan komitmen Undip dalam mendukung pengembangan Blue Economy dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-14 tentang pelestarian ekosistem laut.

Sebagai bagian dari tahapan program, Tim AFA akan mengikuti kegiatan Kick-Off Lab2Market 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 25–26 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi awal perjalanan komersialisasi inovasi menuju penerapan yang lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.