Semarang – Program Studi Magister Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro menyelenggarakan kuliah dosen tamu bertaraf internasional pada Rabu, 16 April 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari program World Class University (WCU) Universitas Diponegoro, yang menghadirkan narasumber dari luar negeri guna memperkuat kapasitas akademik mahasiswa dan dosen.
Kuliah ini menghadirkan Dr. B. Ravindran dari Kyonggi University, Korea Selatan, yang membawakan materi berjudul “Health Risk Assessment Based on the Microplastics in Finfish and Shellfish around the Southeast Coast.” Acara dipandu oleh Prof. Dr. Ir. Delianis Pringgenies, M.Sc., dan diikuti oleh mahasiswa S1 dan S2 Ilmu Kelautan, serta dosen dari berbagai bidang terkait.
Dalam presentasinya, Dr. Ravindran membahas temuan risetnya mengenai keberadaan mikroplastik di saluran pencernaan ikan dan kerang-kerangan komersial di pesisir tenggara India. Ia memaparkan bahwa mikroplastik—terutama dari jenis polietilena dan polipropilena—terdapat dalam jumlah signifikan pada finfish dan shellfish yang dikonsumsi manusia, terutama di daerah padat penduduk seperti Vishakhapatnam dan Chennai.
“Microplastics are no longer just an environmental concern—they are a growing food safety issue. What enters the ocean eventually enters our body through seafood,” ujar Ravindran.
Ia menjelaskan bahwa ukuran ikan, lokasi tangkapan, serta aktivitas manusia di daerah pesisir sangat memengaruhi jumlah mikroplastik yang terdeteksi. Selain membahayakan ekosistem, paparan jangka panjang terhadap mikroplastik juga menimbulkan potensi gangguan kesehatan pada manusia, meskipun data klinisnya masih berkembang.
Namun tidak hanya menyampaikan isu lingkungan, Dr. Ravindran juga memberikan bimbingan praktis tentang penulisan dan publikasi artikel ilmiah, khususnya bagi mahasiswa yang sedang menempuh skripsi maupun tesis. Ia membawakan materi tambahan bertajuk “How to Structure Your Research Paper” yang berisi panduan penulisan ilmiah dari struktur, gaya bahasa, hingga strategi menghadapi proses publikasi.
“Your research has value only if it is communicated clearly. Scientific writing is not just a requirement—it is a skill you must master to be a successful academic,” jelasnya.
Ravindran menjelaskan setiap bagian dari artikel ilmiah mulai dari abstrak hingga kesimpulan, beserta penggunaan tenses yang tepat dan pentingnya membangun argumen yang logis. Ia juga mendorong mahasiswa untuk membaca artikel jurnal secara aktif, serta memilih jurnal target dengan strategi yang cermat.
Prof. Dr. Ir. Delianis Pringgenies, M.Sc. dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk memperkaya wawasan ilmiah, tetapi juga sebagai latihan penting dalam keterampilan menulis dan berpikir kritis.
“Belajar menulis adalah fondasi penting dalam dunia akademik. Tidak cukup hanya meneliti, kita juga harus mampu menyampaikan gagasan secara sistematis dan ilmiah,” tuturnya.
Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama dalam sesi tanya jawab yang membahas mulai dari strategi menghadapi reviewer, kesalahan umum dalam menulis artikel, hingga kiat meningkatkan sitasi dan visibilitas publikasi.
Kuliah dosen tamu ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi Magister Ilmu Kelautan UNDIP dalam menyiapkan generasi akademisi yang tidak hanya peka terhadap isu lingkungan global, tetapi juga terampil dalam menyampaikan ide dan hasil riset melalui publikasi ilmiah yang berkualitas.

