Cilacap – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (FPIK UNDIP) bekerja sama dengan Politeknik Negeri Cilacap (PNC) dalam Program Kosabangsa 2026. Program ini bertujuan meningkatkan mutu dan daya saing produk perikanan lokal. Kegiatan sosialisasi dan pendampingan berlangsung di Ruang Serbaguna Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, pada Jumat (16/10/2026).
Program ini mengusung tema “Peningkatan Mutu dan Daya Saing Ikan Gapitan melalui Teknologi Smoking Chamber-Liquid Smoke Berbasis IoT, Zero Waste, dan Diversifikasi Limbah di Desa Menganti, Kabupaten Cilacap”. Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa, kelompok mitra, serta sivitas akademika FPIK UNDIP dan PNC.
Ketua Tim Pendamping FPIK UNDIP, Prof. Dr. Ir. Fronthea Swastawati, M.Sc., menekankan pentingnya kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi berperan dalam mengenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna. Dengan demikian, masyarakat dapat mengembangkan usaha perikanan secara lebih baik.
Ketua Tim Pelaksana PNC, Ir. Riyadi Purwanto, S.T., M.Eng., serta Kepala Desa Menganti juga menyambut baik program ini. Mereka berharap kegiatan tersebut dapat membantu mengembangkan potensi perikanan di Desa Menganti.
Program Kosabangsa 2026 Kembangkan Teknologi Asap Cair

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Prof. Dr. Ir. Fronthea Swastawati, M.Sc. Ia memperkenalkan teknologi smoking chamber dengan menggunakan asap cair (liquid smoke) untuk mengolah ikan gapitan.
Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan kebersihan dan mutu produk. Selain itu, proses pengolahan yang lebih terkontrol diharapkan dapat meningkatkan daya saing ikan gapitan. Produk olahan tersebut juga diharapkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Program ini turut mengenalkan teknologi berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan proses pengasapan ikan yang lebih terkontrol.
Pengolahan Limbah Ikan dengan Konsep Zero Waste
Selain meningkatkan mutu produk, Program Kosabangsa 2026 juga mendorong penerapan konsep zero waste atau pengurangan limbah. Materi ini disampaikan oleh Ima Wijayanti, S.Pi., M.Si., Ph.D., pakar pemanfaatan limbah hasil perikanan UNDIP.
Ia menjelaskan cara mengolah limbah ikan menjadi pelet pakan. Melalui cara ini, limbah yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat menjadi produk yang berguna. Dengan demikian, masyarakat berpeluang memperoleh nilai tambah dari hasil pengolahan ikan.
Pemanfaatan limbah juga diharapkan dapat membantu menekan biaya pakan ikan. Selain itu, langkah ini mendukung usaha perikanan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Setelah pemaparan materi, peserta mengikuti diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini melibatkan dua kelompok mitra. Mitra pertama adalah Kelompok Budidaya Keramba Ikan Dusun Rawawuni. Sementara itu, mitra kedua adalah Kelompok Pedagang dan Pengrajin Ikan Bakar “Mino Barokah”.
Melalui diskusi tersebut, peserta dapat menyampaikan kebutuhan dan kendala yang mereka hadapi. Masukan ini juga menjadi bahan pertimbangan dalam penerapan teknologi di lokasi mitra.
Tim FPIK UNDIP dan PNC Kunjungi Lokasi Mitra

Setelah istirahat, makan, dan salat Jumat, tim melanjutkan kegiatan dengan kunjungan lapangan. Tim Pendamping FPIK UNDIP bersama Tim Pelaksana PNC mengunjungi lokasi usaha kedua kelompok mitra.
Pertama, tim mengunjungi tempat pengolahan ikan milik kelompok “Mino Barokah” di Dusun Rawawuni. Di lokasi tersebut, tim mengamati proses pengasapan ikan secara tradisional. Mereka juga membahas rencana pemasangan smoking chamber berbasis IoT.
Selanjutnya, tim mengunjungi lokasi keramba budidaya ikan. Kunjungan ini bertujuan melihat kondisi usaha kelompok pembudidaya secara langsung. Tim juga mengidentifikasi kebutuhan pakan mandiri berbahan dasar limbah ikan.
Melalui kunjungan tersebut, tim dapat memahami kondisi dan kebutuhan setiap mitra. Hasil peninjauan ini diharapkan membantu proses penerapan teknologi agar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Program Kosabangsa 2026 Dukung Perikanan Berkelanjutan
Melalui Program Kosabangsa 2026, FPIK UNDIP dan PNC berupaya meningkatkan kualitas produk serta efisiensi usaha perikanan masyarakat. Program ini menggabungkan teknologi pengasapan ikan, pemanfaatan asap cair, dan pengolahan limbah menjadi pelet pakan.
Selain itu, kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Menganti. Pemanfaatan potensi perikanan lokal juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk dan pendapatan masyarakat.
Dengan dukungan perguruan tinggi dan penerapan teknologi tepat guna, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan usaha perikanan yang lebih produktif. Pada akhirnya, program ini diharapkan memperkuat daya saing produk lokal sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya perikanan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

