UNDIP, Semarang – Fellycita Marshanda Krisdhiarto dan Ghaida Fatimatul Zahra Mustofa merupakan mahasiswi S1 Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Semarang yang berhasil menuntaskan program magang riset internasional rancangan dari Universitas Diponegoro, yaitu MBKM Internship Student Go International. Kegiatan magang riset ini dilakukan selama satu bulan bersama mitra internasional dari Fakultas Bioteknologi dan Sains Biomolekul, Universiti Putra Malaysia, Serdang, Selangor, Malaysia.

(Foto: Dok. Tim Magang)
Didampingi oleh Dr. Diah Ayuningrum, S.Pd., M.Si. selaku dosen pembimbing dari prodi MSP FPIK Undip, Fellycita dan Ghaida melakukan riset tentang enzim pendegradasi mikroplastik yang ditemukan pada bakteri simbion Tunicates. Magang riset ini merupakan bagian dari Riset World Class University yang didanai oleh LPPM Undip dengan judul “Production of Halophilic Microplastic-Degrading Enzymes from Ascidian Symbionts in Karimunjawa for Sustainable Aquatic Management” dengan Principal Investigator (PI) yaitu Dr. Diah bersama mitra Prof. Mohd Yunus Bin Abd Shukor, Ph.D dari Departemen Biokimia, Fakultas Bioteknologi dan Sains Biomolekul, Universiti Putra Malaysia. Uji aktivitas enzim pendegradasi mikroplastik ini dilaksankan di Bioremediation, Biomonitoring, and Ecotoxicology (BBE) Laboratory, Department of Biochemistry, Faculty of Biotechnology and Biomolecular Sciences, UPM.
Penelitian mikroplastik ini datang dari sebuah keresahan terhadap permasalahan sampah plastik yang tidak kunjung selesai dan semakin mengkhawatirkan. Apalagi adanya anggapan bahwa laut adalah tempat sampah raksasa yang membuat kondisi lautan semakin tercemar oleh sampah plastik. Mikroplastik akan sangat sulit terurai ketika berada di ekosistem laut dan mengancam kehidupan bawah laut seperti menyebabkan kematian pada karang, penyu, ikan-ikan kecil, dan flora fauna lainnya. Dr. Diah Ayuningrum, S.Pd., M.Si menjelaskan bahwa menutup akses masuknya sampah plastik ke ekosistem laut yang diakibatkan oleh aktivitas manusia saja tidak cukup, perlu dikembangkan upaya lain seperti menggunakan bakteri untuk mendegradasi mikroplastik.

“Bakteri yang berpotensi menjadi kandidat pendegradasi mikroplastik ini diperoleh dari bakteri simbion Ascidiacea yang masuk dalam kelas Tunicata. Biota Ascidian dipilih karena tidak banyak memanfaatkan hewan ini sehingga masih sangat underexplores. Berbagai penelitian di luar negeri membuktikan keanakeragaman senyawa bioaktif maupun enzim yang dimiliki oleh tunicate ini” – ungkap Dr. Diah Ayuningrum, S.Pd., M.Si.
Pengujian dilakukan dengan menumbuhkan isolat bakteri pada media cair yang ditambahkan plastik jenis Polyethylene Terephthalate (PET) sehingga enzim target sebagai pendegradasi adalah enzim Polyethylene Terephthalatase (PET-ase). Hasil dari uji laboratorium mengungkapkan bahwa terdapat sampel bakteri simbion Ascidian yang memiliki potensi yang tinggi untuk mendegradasi mikroplastik, dilihat dari adanya aktivitas enzim. Hal ini memberikan harapan baru bagi pengendalian bahan pencemar berupa mikroplastik yang ada di lingkungan perairan.
Program internship berbasis riset ini memberikan suatu pembelajaran akademik yang lebih luas dan secara langsung meningkatkan kompetensi mahasiswa untuk bersaing secara global di jenjang karir selanjutnya. Harapannya, program ini semakin masif dan terus berkembang untuk mengantarkan banyak mahasiswa lain dari berbagai program studi untuk mengembangkan potensi akademik dan jejaring internasional.

