Mahasiswa Ilmu Kelautan FPIK Undip Ikuti Program WCU SGI Student Exchange di Korea Selatan

Program WCU SGI (World Class University Students Go International) dari Universitas Diponegoro merupakan salah satu program internasionalisasi pendidikan tinggi yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik global. Program ini diwujudkan melalui kegiatan Fall Semester Student Exchange Program yang diselenggarakan di National Korea Maritime & Ocean University (KMOU), Departemen Marine System Engineering, Busan, Korea Selatan.

Salah satu peserta dalam program ini adalah Muhammad Renaldi Zhafran, mahasiswa asal Tangerang Selatan dari Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Diponegoro. Melalui program WCU SGI, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengikuti kegiatan akademik dan lapangan yang berfokus pada pengembangan ilmu kelautan, oseanografi, serta kajian kemaritiman global. Dalam pelaksanaannya, Muhammad Renaldi Zhafran memperoleh beasiswa penuh dari Pemerintah Korea Selatan melalui program Global Korea Scholarship (GKS), yang mendukung kegiatan Pertukaran Pelajar selama 1 semester. Beasiswa ini mencakup dukungan akademik dan mobilitas internasional, sehingga mahasiswa dapat mengikuti seluruh rangkaian program secara optimal.

Melalui Mata Kuliah Ocean Energy Engineering, mahasiswa dibekali pemahaman teknis dan visioner dalam mengembangkan energi laut sebagai bagian dari transisi energi global.

Kegiatan perkuliahan Mata Kuliah Introduction to Offshore Plant membahas konsep dasar sistem fasilitas lepas pantai, termasuk desain, operasi, dan keselamatan instalasi offshore.

Kegiatan perkuliahan Mata Kuliah LNG Ship Facilities and Practice membahas sistem fasilitas kapal LNG, termasuk penyimpanan, penanganan, dan aspek keselamatan dalam pengangkutan gas alam cair.

Kegiatan field trip ke Hyundai Ulsan Plant memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami sejarah Perusahaan, serta dapat secara langsung mempelajari proses manufaktur kendaraan, mulai dari perakitan hingga sistem pengiriman (shipping) kendaraan Hyundai ke pasar global.

Selain mata kuliah utama di bidang kelautan dan energi, mahasiswa juga mengikuti sejumlah mata kuliah pendukung yang memperkuat kompetensi teknis dan adaptasi global.

Mahasiswa mengikuti Mata Kuliah Internal Combustion Engine yang membahas prinsip kerja, performa, dan efisiensi mesin pembakaran dalam sebagai dasar teknologi energi dan transportasi.

Melalui Mata Kuliah Fuel Cell System, mahasiswa mempelajari teknologi sel bahan bakar sebagai salah satu solusi energi bersih dan berkelanjutan di masa depan.

Mahasiswa juga mengikuti Kelas Bahasa Korea sebagai bagian dari penguatan kemampuan komunikasi lintas budaya dan adaptasi selama menjalani program pertukaran pelajar di Korea Selatan.