Kuliah Umum Adjunct Professor TBPK: FPIK Undip Sambut Prof. Ooi dari Monash University Malaysia

Semarang, 8 November 2025 – Program Studi Teknologi dan Bisnis Perikanan dan Kelautan (TBPK), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, menggelar rangkaian kegiatan Adjunct Professor Program dengan menghadirkan narasumber internasional, Assoc. Prof. Ooi Chien Wei dari Monash University Malaysia. Program ini berlangsung selama 27 Oktober–7 November 2025, meliputi kuliah tematik, diskusi akademik, serta sesi konsultasi terkait riset dan pengembangan ilmiah.

Puncak kegiatan dilaksanakan melalui Kuliah Umum pada 31 Oktober 2025 di Kampus Teluk Awur Jepara. Acara ini menghadirkan mahasiswa, dosen, peneliti, serta perwakilan fakultas, dengan tema:
“Microalgae Biorefinery: Recovery of Bioactive Compounds and Sustainable Marine Biotechnology.”

Dalam kuliah tersebut, Prof. Ooi memaparkan perkembangan terbaru terkait pemanfaatan mikroalga sebagai sumber senyawa bioaktif bernilai tinggi, seperti astaxanthin, lutein, dan fucoxanthin. Ia juga menekankan berbagai inovasi teknologi bioproses, mulai dari supercritical fluid extraction, ultrasound-assisted extraction, aqueous two-phase systems, hingga pendekatan mutakhir berbasis ionic liquids yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan produksi dalam skala industri.

Selain itu, Prof. Ooi menjelaskan peluang besar pengembangan marine biorefinery untuk berbagai sektor, termasuk kesehatan, kosmetik, suplemen nutrisi, serta teknologi ramah lingkungan. Beliau turut membagikan beberapa hasil studi terapan, seperti pengembangan biosensor, bioplastik biodegradable, dan pemanfaatan limbah perikanan melalui pendekatan valorization.

Kegiatan kuliah umum ini diikuti oleh lebih dari 120 peserta, terdiri atas mahasiswa TBPK, dosen FPIK Undip, serta mahasiswa dari berbagai program studi yang memiliki minat pada bioteknologi kelautan. Acara dibuka oleh perwakilan pimpinan fakultas yang menegaskan pentingnya kolaborasi akademik internasional dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan inovasi di lingkungan TBPK Undip.

Ketua Program Studi TBPK, Dr. Eko Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan Adjunct Professor ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring penelitian dan meningkatkan kompetensi sivitas akademika.
“Program ini tidak hanya memperluas wawasan mengenai teknologi bioproses terkini, tetapi juga membuka peluang kerja sama riset jangka panjang antara Undip dan Monash University,” ujarnya.

Selama masa kunjungan, Prof. Ooi juga memberikan bimbingan riset bagi mahasiswa tugas akhir, berdiskusi mengenai peluang publikasi internasional, serta menjajaki kerja sama penelitian yang relevan dengan pengembangan bioteknologi kelautan dan perikanan.

Melalui pelaksanaan Adjunct Professor Program ini, TBPK Undip berharap dapat terus meningkatkan kualitas akademik, memperkuat kolaborasi riset global, serta memperkokoh posisi sebagai program studi yang adaptif dan berdaya saing internasional dalam bidang teknologi kelautan dan pengembangan bioproduk berkelanjutan.