Semarang (22/09) – Universitas Diponegoro dengan bangga meluncurkan International Tropical Summer Course (ITroSCo) 2025, sebuah program akademik internasional yang mempertemukan mahasiswa, dosen, peneliti, serta praktisi dari berbagai negara untuk berdiskusi, belajar, dan berkolaborasi mengenai isu-isu global yang berkaitan dengan wilayah tropis, budaya, dan pembangunan berkelanjutan.
Tahun ini, program ITroSCo mengusung tema “Sustainable Aquaculture and Coastal System”. Opening Ceremony dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada hari Senin, 22 September 2025, pukul 14.00–17.00 WIB, dan dihadiri oleh peserta dari berbagai negara.
Acara dimulai dengan pemutaran video profil Universitas Diponegoro, dilanjutkan dengan video pengenalan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, program ITroSCo, serta video teaser ITroSCo 2025. Setelah itu, acara resmi dibuka dengan sambutan dari Hendrik Anggi Setyawan, S.Pi., M.Si. selaku Ketua Panitia ITroSCo 2025.
Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Prof. Agus Trianto, S.T., M.Sc., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, serta Dessy Ariyanti, S.T., M.T. yang mewakili Wakil Direktur Reputasi Global sekaligus membuka kegiatan. Peserta kemudian diperkenalkan melalui video, dilanjutkan dengan perkenalan buddies dan panitia yang akan mendampingi selama program berlangsung. Setelah sesi pembukaan, ITroSCo 2025 memulai kuliah perdana dengan menghadirkan Dr. Tita Elfitasari, S.Pi., M.Sc. sebagai pembicara utama. Beliau menyampaikan materi berjudul “Cultural Heritage Embedded in Fashion and Buildings in Jepara City”. Sesi ini memantik diskusi yang interaktif dan menginspirasi peserta untuk merenungkan bagaimana warisan budaya dapat dijaga sekaligus dimaknai ulang dalam konteks modern.

Dalam beberapa minggu ke depan, ITroSCo 2025 akan menyajikan rangkaian kuliah internasional, workshop interaktif, diskusi kelompok, kegiatan pertukaran budaya, hingga presentasi proyek mahasiswa. Program ini dirancang tidak hanya untuk memperluas pengetahuan akademik, tetapi juga memperkuat pemahaman lintas budaya serta mendorong kolaborasi internasional di antara para peserta.
Seperti yang disampaikan oleh Ketua Panitia ITroSCo 2025, Hendrik Anggi Setyawan:
“ITroSCo bukan hanya sekadar program akademik, ini adalah jembatan yang menghubungkan ide, budaya, dan manusia. Melalui kursus ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga membangun kolaborasi bermakna yang bertahan melampaui batas negara dan waktu.” Dengan memadukan ilmu pengetahuan, budaya, dan keterlibatan global, ITroSCo 2025 menegaskan kembali komitmen Universitas Diponegoro untuk mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda dunia untuk belajar, berbagi, dan berinovasi bersama.

